Bahasa Korea mengenal kalimat (bentuk) formal dan informal. penggunaannya tergantung pada situasi, kondisi, juga lawan bicara. tapi meskipun infomal bukan berarti tidak sopan lho ya..
Secara umum, hal yang membedakan antara kalimat formal dan informal adalah akhiran suku katanya. Kalimat formal diakhiri dengan suku kata "emnida" dan kalimat informal diakhiri suku kata "yo".
Pola Kalimat
Dalam Bahasa Korea susunan pola kalimatnya adalah:
K+S+O+P
K : Keterangan
S : Subjek
O : Objek
P :Predikat
*Posisi keterangan bisa diletakkan sebelum Subjek atau Sesudah Subjek. Pada setiap bentuk kalimat lengkap selalu diakhiri dengan Predikat
Contoh:
Achim e na-neun hangguk mar-eul gongbuhaeyo
Pada pagi hari aku belajar bahasa korea
Keterangan:
Achim : pagi (Keterangan)
na : aku (Subjek)
hangguk mal : bahasa korea (Objek)
gongbu haeyo : Belajar (Predikat)
Untuk kata e, neun dan reul adalah partikel dari masing-masing kata (keterangan, subjek, objek dan predikat). Untuk partikel insha'allah akan dibahas lain kali.
Predikat dalam bahasa korea ketika belum digunakan dalam kalimat bentuknya seperti ini contohnya: gada(pergi), jada(tidur), moegda(makan), gongbu hada(belajar) dll. Itu semua adalah kata bentuk dasar/kamus, ketika suatu kata digunakan untuk membuat kalimat maka dia akan berubah biasanya akhiran "da" dihilangkan dan digabung dengan akhiran kalimat, baik formal maupun informal.
hoahhh.... sekian dulu pembahasannya untuk materi selanjutnya akan dibahas lain waktu.. :D